Bisnis

BISNIS

Internet, Marketing, Retail

Download

Download

Download DVD, Game, Software

Tips n Trick

Tips n Trick

Tips dan Trik seputar dunia internet, marketing, desain grafis dan lainnya

Desain Grafis

Desain Grafis

Tips dan Trik umum

Forum

Forum

Please Join with my forum

Advertise

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Dufan Defender: Film Animasi Dufan Sang Penjaga Bumi

Jakarta - Dufan Defender, film animasi Dufan, Ancol Taman Impian yang sarat edutainment akan menjadi tontonan mendidik dan menarik bagi keluarga Indonesia. Film animasi karya anak bangsa yang diproduksi oleh Ancol Dreamlights segera dirilis oleh Ancol untuk disaksikan segera di salah satu televisi swasta, Indosiar pada bulan Maret 2012 mendatang.

Dufan Defender yang pertunjukan live show-nya sempat digelar dan diperkenalkan kepada pengunjung saat program liburan akhir tahun lalu di Panggung Maksima ini, akan ditampilkan cerita tentang jiwa kepahlawanan para tokoh-tokoh karakter baik (Dufan, Cili, Kabul, Garin dan Mimon) dalam menyelamatkan bumi dari serangan musuh-musuh yang jahat (Bije, Barus dan Kombi).

“Film animasi yang sarat konten edutainment, karena mulai dari karakter film, Dufan Defender mengangkat karakter satwa asli Indonesia dan kontennya pun banyak menyentuh mengenai nilai-nilai moral dan kebaikan yang diangkat dalam skenario petualangan yang heroik dan seru untuk dinikmati anak-anak,” ujar Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT. Pembangunan Jaya Ancol, pengelola dan pengembang kawasan wisata Ancol Taman Impian.

Selain itu lanjut Budi, melalui Dufan Defender ini Ancol menunjukkan kepada khalayak banyak bahwa putera-puteri asli Indonesia sebenarnya udah mampu membuat tayangan animasi. Cita-citanya selain untuk melakukan inovasi kreatif untuk Dunia Fantasi, Ancol juga mendukung pengembangan karya film animasi Indonesia yang diangkat menjadi karya industri kreatif yang berpotensi besar terhadap peningkatan ekonomi Indonesia di mata dunia. ” tutur Budi Karya.

Sebagai langkah inovasi Dunia Fantasi, soundtrack film bekerjasama dengan Sony Music Entertainment yang boyband yang tengah digandrungi oleh anak-anak, XOIX . Penonton Dufan The Defender akan diajak berpetualang bersama Dufan, Cilil Kabul, Garin dan Mimon yang tergabung dalam pasukan The Defender untuk berperang menghadapi serangan pasukan makhluk asing The Destroyer yang terdiri dari Bije, Barus dan Kombi.

Dufan Defender akan mengajak para penonton, terutama anak-anak bergabung bersama-sama pasukan The Defender yang berani untuk berperang menghadapi pasukan The Destroyer dalam menyelamatkan bumi. Penayangan Dufan The Defender akan terdiri dari beberapa episode menarik. Selaian Terdampar di Planet Zelta, Lorong Waktu, Jebakan, Bije Ingin Binatang Peliharaan, Sumber Daya Kalila, dan Cincin Misterius, serta Kabul Ulang Tahun, episode lain yang bisa dinikmati pengunjung dalam Dufan The Defender ini adalah Super Barus, Pertempuran di Bulan, Penyusup Misterius, Spacebike Race, Gelang Baru BIje, serta Senjata Pengecil.

Salah Kaprah, Internet Indonesia Lamban


Indonesia dianggap salah kaprah dalam menerapkan broadband internet. Akibatnya, koneksi internet terasa lambat.

Hal itu mencuat dalam diskusi yang digelar Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) di Hotel InterContinental, Jakarta, Rabu (15/2/2012).

"Sekitar 95 persen koneksi internet di Tanah Air masih memakai koneksi wireless, sisanya memakai kabel. Indonesia itu salah kaprah," kata Chairman Mastel Setyanto P Santosa.

Menurutnya, teknologi wireless itu didesain untuk low traffic. Namun, di Indonesia, koneksi itu malah digunakan untuk traffic tinggi. Akibatnya, koneksi internet di Indonesia terkesan lambat.

Padahal, kata Setyanto, sebagai negara berkembang, justru koneksi fixed broadband yang harus diperbesar, bukan malah koneksi wireless.

Mastel mendesak pemerintah untuk segera membangun jaringan fixed broadband, baik yang berbasis kabel maupun serat optik, untuk koneksi internet di Tanah Air.

Setyanto menjelaskan, selama ini pemerintah terkesan lepas tangan dalam membangun infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Semua kesannya diserahkan kepada operator dan swasta.

Dengan fixed broadband, koneksi internet akan jauh lebih cepat dan lebih stabil dibandingkan dengan wireless broadband.

Jumlah pengguna internet bergerak (mobile) di Indonesia pada 2010 sekitar 39,6 juta pengguna. Diperkirakan pada 2015, jumlah pengguna internet bergerak di Tanah Air akan mencapai 145,2 juta pengguna.

Sementara pengguna satuan sambungan telepon (SST) atau fixed line pada saat ini hanya tidak lebih dari 15 juta pengguna.

Skema yang bisa diterapkan

Seharusnya, Indonesia juga mencontoh Australia yang telah membangun jaringan fixed broadband untuk warganya.

Konsep yang ditawarkan Negeri Kanguru itu menyerahkan segala pembangunan fixed broadband kepada semacam badan usaha milik daerah (BUMD).

Cara yang sama juga telah diterapkan di Perancis. Negara tersebut memakai pola pendanaan dari public private partnership (PPP).

Di Indonesia, PPP tidak diterapkan di industri telekomunikasi. Adanya justru di industri listrik.

"Padahal, kalau mau gampang, seharusnya tinggal copy paste saja dari PPP listrik itu. Saya sudah koar-koar 4-5 tahun lalu, tetapi tidak ada yang menggubris," katanya.

Untuk bisa membangun fixed broadband tersebut, pemerintah bisa mendapatkan dana dari ICT Fund. Walau dana ICT Fund tersebut berasal dari uang operator yang dititipkan kepada pemerintah.

Setyanto mengaku, perpaduan dana dari pihak pemerintah dan swasta ini bisa digunakan untuk membangun fixed broadband agar koneksi internet di masyarakat bisa terjaga.

"Komposisi pendanaannya tidak harus berbagi rata dengan pemerintah dan operator. Namun, kalau operator itu kuat, dia bisa membangunnya sendiri," tuturnya.

Kenapa harus "fixed broadband"?

Jaringan fixed broadband diyakini akan memberikan kecepatan dan kestabilan koneksi internet lebih baik dibandingkan dengan jaringan wireless.

Oleh karena itu, pembangunan fixed broadband dinilai lebih penting. Terutama mengingat kondisi geografis Indonesia dengan ribuan pulau.

"Tapi yang lebih penting adalah industri konten akan tumbuh, seperti game dan musik yang menggunakan koneksi internet," kata Setyanto.

Saat ini, koneksi internet cenderung menjadi kebutuhan masyarakat. Masyarakat juga mengakses konten hiburan yang memerlukan kecepatan dan kestabilan koneksi internet.

Senior Consultant ICT Practice Frost & Sullivan, Iwan Rachmat, menambahkan, perkembangan fixed broadband akan menambah lalu lintas e-commerce di Tanah Air.

"Ke depan industri e-commerce akan tumbuh signifikan, tetapi syaratnya harus didukung oleh koneksi internet yang cepat dan stabil," ungkap Iwan.

Para operator pun akan menggenjot pembangunan infrastrukturnya, terutama fixed broadband, karena tertarik oleh pengguna pasar data yang semakin besar.