Bisnis

BISNIS

Internet, Marketing, Retail

Download

Download

Download DVD, Game, Software

Tips n Trick

Tips n Trick

Tips dan Trik seputar dunia internet, marketing, desain grafis dan lainnya

Desain Grafis

Desain Grafis

Tips dan Trik umum

Forum

Forum

Please Join with my forum

Advertise

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

7 Hal Terburuk Dalam Strategi Pemasaran



Berani dan semangat untuk terjun langsung ke dalam aktifitas pemasaran merupakan bekal awal yang baik. tetapi sering kali tanpa di lengkapi dengan perencanaan yang jelas seperti visi, misi dan tujuan bisnis, penguasaan product knowledge dan analisa pasar (marketing research). Dalam tahap awal, kita harus bisa membedakan antara perkiraan dan perencanaan. Intuisi harus dilengkapi dengan data yang cukup dan pemetaan (road map) agar langkah - langkah yang akan dibuat memang strategis, tidak subyektif, tidak terjebak intuisi, tidak spontan dan tidak terburu - terburu. Tanpa kejelasan rencana, strategi apapun tentu tidak mungkin akan dapat terwujud, apalagi dilaksanakan.

2. Tanpa Analisa Pemasaran 



Tidak pernah akan ada kejelasan rencana (strategic plan) tanpa dimulai dengan sebuah kegiatan riset pemasaran, agree? Apa saja yang termasuk kedalam riset pemasaran? Namanya juga riset, ya cari tahu semua hal tentang 'pasar'. Analisa pemasaran adalah kegiatan mencari tahu segala informasi sebagai dasar pengambilan keputusan. Termasuk cari tahu tentang calon konsumen, dari mulai seleranya, daya belinya, kelompok umurnya, karakter, keunikannya atau biasa disebut segmentasi pasar. Informasi ini menjadi penting supaya tidak salah jualan, tidak ngawur berpromosi dan tidak salah segmentasi. Ada beberapa teknis riset baik mengenai data kuantitatif (jumlah, besaran, ukuran) dan data kualitatif (Selera, minat, trend, kebiasaan, dll.). Untuk mengetahui tetntang riset pasar, silahkan baca artikel: Sekecil apapun skala bisnis, perlu riset pemasaran.

3. Tidak Tahu Segmentasi Pasar Sendiri (Non segmented)
Riset pemasaran mungkin sebuah aktivitas pendahuluan yang methodist, terukur dan terencana, tapi inti dari sebuah riset adalah mengetahui apa yang disebut "segmentasi". Ketidak tahuan akan pangsa pasar dan salah alamat menentukan pangsa pasar termasuk hal terburuk dalam sebuah strategi pemasaran.

4. Salah Posisi & Salah Sasaran (Wrong Positioning & Target)
Salah alamat menentukan segmentasi mengakibatkan terusan pekerjaan yang ngawur, yaitu kesalahan dalam menentukan positioning dan terjerumus dalam kesalahan fatal menentukan target pasar.

5. Jualan Ala Tukang Obat (The Paranormal Marketing Team)
kesalahan - kesalahan diatas biasanya dilakukan oleh tim perumus strategi pemasaran yang bekerja berdasarkan asumsi - asumsi pengalaman masa lampau, prejudis dengan perkembangan hal ikhwal terkait dengan teknik dan media pemasaran dan tentu saja merasa sudah cukup dengan degree sebagai sarjana atau master dibidang pemasaran.

6. Tidak Peka (Not Listening)
pemasaran yang gagal biasanya akibat dari kurang peka dengan pesan – pesan diluar lingkaran kegiatan pemasaran dan bisnis itu sendiri. Keluhan pelanggan, perkembangan kompetitor, percepatan teknologi dan informasi mempunyai kaitan erat dengan bagaimana menentukan langkah strategi pemasaran selanjutnya. Result dari kenyataan diluar perusahaan sangat penting untuk merubah strategi kebijakan usaha dan tentu saja selanjutnya akan merubah total konsep rencana pemasaran itu sendiri.

7. Kurang Ide (Have No Idea)
Tidak muncul ide, adalah hal yang selalu terjadi dalam dinamika usaha. Ide atau gagasan adalah dasar dari semua perencanaan. Tidak ada ide berarti tidak ada rencana, seterusnya tidak akan ada konsep dan strategi. Biasanya ini terjadi karena perusahaan terlalu mengandalkan kesaktian ide secara personal, biasanya ikut saja ide – ide pemilik atau pimpinan perusahaan. Stagnasi ide bisa disiasati dengan dibentuknya tim kreatif yang bisa saja terdiri dari internal, gabungan internal dan eksternal atau memakai jasa konsultan usaha kreatif. Demikian tips kali ini. 
Semoga Bermanfaat.



Peluang Bisnis Celana Jeans


jual celana jeans 200x146 Bisnis Celana Jeans Tak Penah Sepi Dimakan Zaman
Sampai hari ini, trend mode celana jeans ternyata masih sangat familiar di seluruh kalangan masyarakat. Produk fashion yang dipopulerkan oleh Levi Strauss pada tahun 1872 di Amerika Serikat tersebut, kini tak hanya dikenakan oleh para buruh di negara asalnya, namun telah berkembang pesat di berbagai penjuru dunia dan menjadi salah satu ikon mode pakaian santai yang tak pernah lekang dimakan zaman.

Melihat peluang pasarnya masih sangat besar, tidak heran bila di Indonesia sendiri banyak para pelaku usaha yang sengaja mengangkat celana jeans sebagai salah satu peluang usaha yang menjanjikan keuntungan cukup besar setiap bulannya. Mulai dari memproduksi sendiri aneka jenis model celana jeans sampai melayani penjualan ecer maupun grosir celana jeans, semuanya menjanjikan keuntungan yang sangat menggiurkan.Karenanya, bagi Anda yang sedang bingung mencari peluang usaha. Tidak ada salahnya bila Anda mencoba peluang bisnis celana jeans yang tak pernah sepi dimakan zaman ini, untuk mendatangkan untung besar setiap bulannya

Konsumen
Tak hanya digemari kalangan anak muda, trend mode celana jeans ternyata juga mulai merambah kalangan anak-anak maupun  orang dewasa. Bahan denim yang cukup nyaman untuk dikenakan dalam berbagai kegiatan, menjadikan celana jeans sebagai salah satu produk fashion yang sering digunakan masyarakat baik di acara santai maupun semi formal.

Semoga bermanfaat.



Strategi Promosi, Agar Diskon Anda Terlihat Menarik

diskon 200x123 Strategi Promosi, Agar Diskon Anda Terlihat MenarikBisa dibilang, hampir semua konsumen haus dengan yang namanya diskon. Berbagai macam event promosi yang menawarkan diskon besar-besaran di sebuah mall / pusat perbelanjaan, selalu ramai dipenuhi oleh calon konsumen yang ingin mendapatkan beragam jenis produk berkualitas dengan harga yang cukup terjangkau. Hal inilah yang mendorong para pelaku usaha untuk berlomba-lomba memberikan diskon kepada para konsumen untuk meningkatkan omzet penjualan setiap hari maupun setiap bulannya.
Meskipun strategi promosi dengan menawarkan diskon cukup menarik dimata para konsumen, namun sebagai seorang pengusaha Anda harus jeli dan teliti dalam merencanakan memberikan sebuah diskon. Sebab, apabila Anda memberikan diskon berkepanjangan kepada calon pelanggan, tidak menutup kemungkinan bila dikemudian hari event tersebut tidak lagi dianggap spesial oleh para calon konsumen Anda.
Karenanya, agar event diskon yang Anda buat selalu dinanti para konsumen. Berikut ini saya referensikan beberapa strategi promosi, agar diskon Anda terlihat menarik di mata calon pembeli.
1. Beri batasan waktu untuk memancing rasa penasaran pelanggan



Bagi kalangan masyarakat yang doyan belanja, event diskon bisa dikatakan salah satu moment spesial yang sering mereka tunggu. Bahkan tak jarang calon konsumen rela menunggu berjam-jam dan ikut berbaris dalam antrian panjang agar tidak melewatkan event diskon yang ditawarkan sebuah brand ternama. Fenomena seperti ini mungkin sudah sering kita temui. Namun, sebenarnya apa yang menyebabkan event diskon tersebut sukses diserbu calon konsumen?..
Intinya adalah beri batasan waktu untuk memberikan diskon kepada calon konsumen. Semakin jarang Anda memberi diskon dan semakin singkat moment diskon yang Anda tawarkan, maka semakin besar rasa penasaran para pelanggan. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi para konsumen, sehingga tidak heran bila mereka rela antri berjam-jam untuk menunggu moment spesial diskon yang jarang Anda berikan sebelumnya.
2. Hindari istilah diskon = barang reject (rusak)
Kebanyakan pengusaha sengaja memberikan diskon kepada calon konsumen untuk menghabiskan barang-barang stok lama. Tentu alasan tersebut tidak menjadi pembenaran bagi Anda untuk menjual barang reject(rusak) dengan harga diskon yang relatif murah. Sebab, strategi promosi tersebut hanya akan merusak image produk yang Anda miliki dan memudarkan kepercayaan para pelanggan. Karenanya, pastikan Anda memilah dan memilih produk-produk yang akan Anda diskon dan memperbaiki terlebih dahulu barang yang reject sebelum akhirnya dijual kembali ke pasaran dengan harga diskon.
3. Manfaatkan moment spesial untuk memanjakan para pelanggan
Selain membatasi masa diskon, Anda juga harus jeli untuk memanfaatkan moment-moment spesial seperti misalnya Hari Raya Idul Fitri, Natal, tahun baru, dan hari-hari liburan untuk memanjakan para pelanggan dengan memberikan diskon besar-besaran. Biasanya, memasuki moment tersebut, minat konsumen untuk berbelanja semakin tinggi. Jadi, untuk menarik minat konsumen tidak ada salahnya bila Anda memberikan diskon menarik bagi para pelanggan untuk meningkatkan omzet penjualan dan loyalitas mereka terhadap produk-produk yang Anda tawarkan.
Nah, semoga ketiga tips pemasaran yang kami angkat pada pekan ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi para pelaku usaha untuk lebih bijak memberikan potongan harga.

Semoga bermanfaat



Strategi Jitu Menghindari Perang Harga

Bagi sebagian besar pelaku usaha, banting harga sering kali menjadi strategi promosi yang paling diandalkan untuk memenangkan persaingan pasar. Bahkan melihat tingkat persaingan pasar yang semakin sengit, saat ini perang harga antar pelaku usaha sudah tidak dapat dielakkan lagi di pasaran.



Tentunya kondisi ini tidak selalu memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha. Sebab, bagi mereka yang tidak kuat menghadapi persaingan, hanya akan menelan pahitnya kerugian dan akan tumbang satu persatu sebelum mendapatkan perhatian dari para konsumennya.

Agar bisnis Anda tidak terjebak dalam perang harga, berikut ini kami informasikan beberapa strategi jitu menghindari perang harga yang bisa Anda siasati dengan menciptakan sebuah inovasi.

1. Tawarkan sesuatu yang baru untuk menarik minat konsumen
Untuk bisa memenangkan persaingan pasar, pada dasarnya tidak hanya harga murah saja yang bisa Anda tonjolkan untuk menarik minat konsumen. Strategi lainnya seperti menciptakan sebuah inovasi baru, bisa Anda manfaatkan untuk menambahkan nilai jual produk Anda. Contohnya saja seperti strategi pemasaran yang dipilih Unilever ketika memasarkan salah satu produk pewangi pakaian (Molto) yang belakangan ini mulai meluncurkan inovasi baru yakni Molto Ultra Sekali Bilas, dimana produk ini sengaja diciptakan untuk memudahkan para konsumen agar bisa mencuci lebih praktis dengan sekali bilas saja, serta mengajak para konsumennya untuk peduli terhadap lingkungan dan mengurangi penggunaan air setiap harinya. Strategi ini terbukti cukup efektif, karena banyak ibu rumah tangga yang akhirnya memilih Molto Ultra Sekali Bilas dibandingkan produk pewangi pakaian sejenis yang harganya relatif lebih murah.

2. Boleh banting harga untuk moment istimewa
Bila pesaing lainnya sengaja menurunkan harga dalam waktu yang relatif lama (bahkan untuk selamanya), maka Anda bisa melakukan banting harga dengan istilah keren “promo spesial” di moment-moment istimewa. Contohnya saja dengan memberikan promo khusus selama satu minggu menjelang lebaran (H-7) bagi para member setia Anda, atau bisa juga menawarkan promo besar-besaran selama musim liburan kenaikan kelas bagi para konsumen pelajar yang berprestasi di sekolahnya. Strategi pemasaran seperti ini tentunya cukup diminati para konsumen, sehingga tidak menutup kemungkinan bila penjualan produk Anda bisa melesat tanpa harus menanggung kerugian besar.

3. Membidik segmen pasar yang spesifik
Selain menciptakan inovasi baru, Anda bisa menghindari perang harga dengan membidik segmen pasar baru yang lebih spesifik. Strategi inilah yang sekarang mulai dikembangkan produsen deterjen Attack, dimana merek tersebut memanfaatkan kebangkitan batik Indonesia dengan meluncurkan produk baru (Attack Batik Cleaner) untuk membidik para pemakai batik yang membutuhkan sabun cuci khusus agar tidak merusak bahan kain batik yang Ia miliki. Meskipun segmen pasarnya hanya terbatas, namun bila dikembangkan dengan serius bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar.

Melalui tiga langkah tersebut, diharapkan para pelaku usaha bisa mengoptimalkan pemasaran produknya tanpa harus menurunkan harga jualnya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.




Baca juga :
- Secrets to be RICH From Tung Desem Waringin
- Angry Bird Rangkul Retailer
Referensi: bisnisukm.com

6 cara membuat toko online gratis

Belanja online mungkin sudah tidak asing lagi bagi temen-temen yang sudah banyak mengenal tekhnologi sekarang ini. tinggal nyalain komputer atau hp sekarang kita sudah dapat belanja apapun yang kita mau di seluruh dunia. terus bagaimana cara membuat toko online tersebut?.
Postingan kali ini akan membahas bagaimana meembuat toko online yang sering kita jumpai di internet:



ok langsung saja ,berikut ada tips tips membuat toko online yang gratis dan efisien:

1. Membuka Toko di Mall Online
Kita melihat Potensi pasar yang makin membesar telah mendorong munculnya beberapa mall online lokal seperti Tokopedia.com, TokoBagus.com, dan yang akan hadir Plasa.com milik Telkom.
Layaknya sebuah mall, di sanalah para penjual dengan pembeli dipertemukan. Keuntungan yang paling jelas, dari sisi marketing kita akan sangat terbantu karena mall-mall tersebut yang akan bekerja keras mendatangkan visitor.
Kekurangannya, meski membuka tokonya gratis tapi kemungkinan akan dikenakan biaya per transaksi dari tiap penjualan yang terjadi dengan prosentase yang telah ditentukan masing-masing. Karena itu, baca aturan mainnya baik-baik jika akan menggunakan layanan mall online.

2. Membuka Toko Online dengan Blog Gratisan
Sekarang sudah banyak orang menggunakan blog gratisan untuk jualan di internet. Keuntungannya, ada tidak perlu keluar biaya untuk membuka account. Kecuali jika anda mau desain yang lebih sesuai selera diperlukan ongkos untuk memesan desain yang khusus.
Kekurangannya, membuka toko dengan blog gratisan cocok jika produk yang akan anda jual tidak terlalu banyak dan transaksi dilakukan secara manual.
Blog gratisan yang banyak dipakai untuk membuka toko online: Multiply, Blogger, dan WordPress.

3. Membuka Toko di Situs Jejaring Sosial
Anda juga bisa berjualan lewat situs jejaring sosial. Jika anda punya account facebook, anda bisa berjualan lewat marketplace (meskipun fitur ini tidak begitu populer). Untuk memajang produk, bisa menggunakan aplikasi facebook atau menggunakan fitur default seperti album.
Kelebihannya anda bisa berjualan kepada mereka yang berada di dalam jaringan pertemanan anda. Tetapi, karena situs seperti ini biasanya memblok mesin pencari, kamu akan sulit menarik calon pembeli dari search engine.

4. Membuka Toko di Direktori Bisnis
Ini adalah model yang paling lama. Tetapi jangan khawatir, direktori bisnis yang tadinya lebih mirip iklan baris atau tepatnya situs untuk memasang profil usaha, sekrang juga sudah dilengkapi fitur untuk memajang produk. Di Indonesia yang tergolong senior seperti indonetwork.co.id. Anda bisa mendaftar gratis untuk membuka account biasa di sini.

5. Membuka Lapak di Forum Jual Beli
Jualan lewat forum sebenarnya tidak mirip toko. Karena itu, para penjual lebih senang menyebutnya lapak. Forum jual beli di Kaskus contoh yang cukup populer. Tetapi jika produk anda spesifik, anda juga bisa masuk forum khusus seperti produk fotografi di bursa fotografi.net.

6. beli desain dan template web online yang sudah jadi
kalau kita tidak mengerti cara tentang membuat blog,toko online kita membeli aja yang sudah jadi. kita tinggal pasang produk yang kita jual di situ. (tp ini tidak gratis ya).

untuk 6 cara tersebut pastinya temen-temen sudah dapat menambah pengetahuan tentang bagaimana cara untuk membuat toko online sediri.

Semoga bermanfaat


Jika Produk Bagus, Marketing Itu Urusan Kecil

3 hari yang lalu teman saya meminta untuk dibuatkan sebuah website untuk Toko Online. Dia sedang menjalani bisnis jual batik dengan berbagai variannya, seperti hem batik, blus batik, batik sarimbit, batik anak dan juga batik seragam.

Selama ini sebenarnya sudah banyak pelanggan dari luar kota. Sudah banyak order tapi masih belum punya website sendiri.



Selama ini teman saya itu menjalankan bisnis batiknya via Facebook ataupun tweeter dengan jaringan pertemanan yang dia punya dan juga dari jaringan istrinya. Dia menjalankan bisnis batik berdua.

Lewat sebuah riset dan ketersediaan nama domain, akhirnya kami membuat website Toko Online mereka dengan nama : www.BusanaBatik.net

Website dipesan dan mulai dibuat sekitar tiga hari yang lalu. Karena materi website belum lengkap, maka website baru ada ‘isinya’ kemarin siang.

Kami mengisinya dengan beberapa gambar produk batik hanya 3 buah saja. Kami pilih gambar yang menurut kami paling bagus untuk ditampilkan disana, lengkap dengan ukuran, harga dll.

Yang luar biasanya adalah, malam harinya ada message di Inbox FB yang isinya:

“Tadi temenku aku suruh buka www.BusanaBatik.net langsung pesan hem batik 2. Berarti untuk produk yang hem 2 sementara sudah laku”.

Produknya langsung laku di hari ke-3 setelah website dibuat.

Memang kasusnya tidak terlalu disengaja, tapi begitulah yang sering terjadi di awalnya.

Banyak pebisnis online terkejut di order pertamanya, dengan bermacam alasan. Pemesanan yang berlimpah, pembeli yang jauh disana, atau begitu cepatnya order yang masuk.

Sepanjang perjalanan bisnis online saya, paling cepat produk laku sekitar 15 hari sejak website dibuat. Tapi kejadian Busanabatik.net telah memecah rekor baru penjualan. 3 hari setelah pembuatan website produk SUDAH LAKU.

Salah satu sebabnya yang kami amati adalah PRODUKNYA memang bisa dikatakan BAGUS.

Jadi begitu produk anda bagus, maka marketing adalah pekerjaan yang KECIL.

Begitu orang-orang tahu produk anda, dan tahu produk anda BAGUS, maka pembelian sudah didepan mata. Buktikan sendiri…


Ide Gila Pengusaha ala Purdi E Chandra

Purdi E Chandra memang ada saja ide gilanya, sebagai contoh beberapa waktu yang lalu beliau share pada kita semua dalam acara Milad 4 TDA.



Ide GILA bakso selalu habis
Ceritanya begini, ada seorang bapak tukang bakso yang jualannya bisa dikatakan tidak pernah laku, suatu hari dia punya ide GILA. Daripada capek dorong gerobak penuh bakso dan perabot2 lainnya yang tidak laku, mendingan aku keliling pakai gerobak tanpa bikin bakso, yang penting keliling saja. Terus dipraktekkanlah ide gila ini, si bapak tukang bakso tadi cuman keliling dengan gerobak baksonya, tiap papasan dengan orang dibilang baksonya habis, habis habis. Hari berikutnya begitu juga, sehingga orang banyak yang penasaran dan ingin membeli baksonya, tapi tetap dibilang abisszzz. Dua minggu trik ini dijalankan, apa yang terjadi?? meledaklah penjualan bakso si bapak ini, gara2 orang banyak yang penasaran baksonya habis terus.
Ada yg mau cobain ide gila ini?

Ide mencari karyawan yang jujur
Menurut master Purdi, beliau sering dikibulin karyawan pada awal-awal membangun bisnis. Segala cara dilakukan untuk meminimalisir pengibulan terutama dari segi keuangan, sampai akhirnya beliau ketemu tips jitu yaitu dengan mempekerjakan karyawan yang memiliki golongan darah A! Nah looo… apa hubungannya golongan darah dengan kejujuran terutama di bidang keuangan???? Menurut master Purdi tidak diragukan lagi bahwa orang dengan golongan darah A adalah orang yang jujur, sekarang di semua bidang usaha, beliau selalu menempatkan karyawan dengan golongan darah A di bagian keuangan, dan sampai saat ini terbukti tips ini jitu. Menurut beliau lagi tipe golongan darah amat penting baginya, misalnya karyawan beliau dengan golongan darah B tidak akan pernah ditempatkan di bagian keuangan, karena golongan darah B bukanlah orang yang jujur seperti orang dengan golongan darah A. Bagaimana dengan yang punya golongan darah O? Golongan darah ini jauh banget malah dari A, jadi O tidak ada deket2nya dengan A. Bagaimana yang AB? Karyawan dengan golongan darah AB memiliki sifat ya A, ya B, jadi tidak konsisten. Jadi jangan resikokan usaha anda!! Tempatkan karyawan dengan golongan darah A di bagian keuangan, dan anda akan selamat!!! Oh iyah, penelitian ini katanya berasal dari Jepang loh, benar tidaknya gak tau yang jelas tips ini terbukti bagus di perusahaan pak Purdi. Hmmmmm

Ide selalu berpikir positif apapun keadaan yang sedang dihadapi
Pada awal pengembangan Primagama, pak purdi bermaksud membuka cabang di Solo setelah Primagama yang pertama telah dibuat di Jogja. Karena modal yang beliau punya bisa dikatakan minim, maka pak purdi membawa tukang dari Jogja untuk merenovasi Primagama baru yang akan dibuka di Solo. Nah!!, saat perjalanan dari Jogja ke Solo ternyata mobil pick up yang membawa bahan bangunan serta tukang ini menabrak pohon. Disini hal yang paling menarik, bahwa pak Purdie selalu berpikiran positif, sehingga beliau berpikir bahwa INI ADALAH FIRASAT BAIK! Menurut beliau, ini bakal laris dan sukses Primagama yang ada di Solo, buktinya mobil ini pakai nabrak dulu, Pak purdi bahkah masih sempat berkelakar dengan sopir pickup dengan bertanya “Apa sampeyan gak lihat pohon lagi jalan, kok sampai ketabrak” Coba kita bayangkan jika pak purdi berpikir negatif, wah pake nabrak pohon segala ini mobil, ini bisa jadi pertanda buruk Primagama yang akan dibangun di Solo bakalan gak laku, ini buktinya mobil pake nabrak! Tapi bukan pak Purdi kalau gak selalu berpikir positif, meski nabrak beliau tetap melanjutkan pembangunan Primagama dan hasilnya bisa kita lihat sekarang Primagama ada di mana mana.

Sedekah suka suka
Menurut Master Purdi sedekah sangat penting, persis seperti yang diajarkan ustadz Yusuf Mansur. Sedekah yang terbaik adalah sedekah yang Inden, artinya misalkan kewajiban bagi umat islam adalah mengeluarkan zakat 2.5 persen dari penghasilan yang didapatkan. Nah, akan lebih bagus kita bayarkan sedekah indent yaitu dengan mengeluarkan 2.5 persen di awal, maka rejeki yang 100 persen akan segera mendatangi kita. Menurut beliau lagi, sedekah yang terbaik adalah yang dilakukan melalui transfer bank, karena pengembaliannya juga akan melalui transfer bank. Ya seperti kita nanam semangka ya panennya semangka.



Masih banyak ide gila beliau yang kemarin di share pada acara milad 4 TDA, tapi pada lupa. Hheee. Ya ntar deh kalau inget mo coba dikumpulin lagi biar saya sukses juga seperti pak Purdi.
Amiiiin

Disribusi

Sebagai Marketer, Istilah Distribusi bukanlah hal yang asing atau baru untuk didengar. Distribusi ini sendiri merupakan suatu aktivitas menyalurkan barang dari Produsen/Perusahaan hingga sampai ke tangan Konsumen dengan cara, harga, waktu serta aturan-aturan yang ditetapkan oleh Produsen. Tujuannya adalah memastikan bahwa produk yang dibuat produsen bisa sampai ke tangan konsumen secara efektif dan efisien, hal ini dikarenakan sebaik apapun produk yang dibuat oleh produsen, serta sekreatif apapun strategi pemasaran yang dijalankan oleh produsen, jika tidak didukung oleh strategi distribusi yang bagus, maka semua upaya dan daya yang dilakukan oleh produsen akan sia-sia. Mengapa demikian? Kembali lagi ke tujuan utama distribusi diatas, yaitu untuk memastikan bahwa barang/jasa yang diproduksi dapat tersalurkan ke konsumen yang dituju. Untuk dapat mendistribusikan suatu produk, produsen/prusahaan tidak hanya membutuhkan sumber daya yang kompeten, tapi juga membutuhkan waktu, modal, serta infrastruktur yang mampu menunjang proses distribusi secara efektif & efisien, tanpa harus mengganggu proses operasional harian produsen, khususnya proses inti produsen (core process). Jadi, distribusi dapat juga dikatakan sebagai salah satu aktivitas yang sangat vital yang harus diperhatikan oleh perusahaan/produsen, khususnya perusahaan yang memproduksi kebutuhan pokok sehari-hari [FMCG/Fast Moving Consumer Goods] atau perusahaan yang cenderung memproduksi barang dalam skala besar atau massive production. Jika kita lihat industri-industri seperti FMCG atau operator telekomunikasi, biasanya mereka cenderung mempunyai kekuatan distribusi yang sangat kuat untuk menunjang aktivitas produksi mereka yang skalanya cukup besar. Proses distribusi mereka juga biasanya cenderung dipisahkan oleh proses inti perusahaan, tujuan ini adalah agar aktivitas distribusi tidak mengganggu core process perusahaan yang bersangkutan. Kita ambil contoh Unilever: Unilever merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri FMCG atau perusahaan yang memproduksi barang-barang kebutuhan pokok sehari-hari, seperti sabun, pasta gigi, sikat gigi, shampoo, dan dll, dimana produk-produk tersebut bisa dengan mudah dapat kita jumpai, baik di kota-kota besar, maupun juga di toko-toko kelontong yang ada di kota-kota kecil. Fenomena ini menunjukkan, meski basis perusahaan Unilever berada di Jakarta, serta pabrik-pabriknya tersebar di berbagai kota di Indonesia, Tapi mereka mempunyai kekuatan distribusi yang cukup kuat, yang mampu menghadirkan produk-produk mereka dimanapun konsumen berada. Proses dasar distribusi yang digunakan Unilever sebenarnya tidaklah terlalu rumit. Produsen meproduksi barang/produk, kemudian barang yang sudah jadi tersebut dikirim ke saluran-saluran distribusi produsen seperti supermarket, minimarket, hypermarket, warung maupun pasar yang ada di kota-kota, bahkan sampai ke pelosok desa dengan menggunakan transportasi darat, laut atau udara. Sambil menunggu produk dikirimkan, produsen biasanya memperkuat image produk mereka dengan cara menggencarkan promosinya, baik melalui media elektronik, seperti televisi, radio, dan internet, serta juga media cetak seperti koran & majalah, sehingga konsumen pun mengetahui serta mempunyai pengetahuan yang cukup akan produk-produk yang dibuat oleh Unilever, dan pergi membeli ke toko atau warung berbekal informasi yang sudah mereka dapatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Melihat arti pentingnya distribusi untuk perusahaan, saat ini tidak sedikit perusahaan-perusahaan baru yang bermunculan, yang memfokuskan usahanya di area distribusi. Sebutlah perusahaan seperti Panamas (distributor rokok), Anugrah Argon Medika (distributor obat-obatan), Tiga Raksa dan masih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang tujuan utama pendiriannya adalah untuk mendistribusikan barang/jasa yang diproduksi oleh produsen. Sifat kepemilikan/ownership dari distributor ini pun cukup beragam: ada yang memang didirikan sebagai bagian dari perusahaan induk/sebagai anak perusahaan, dimana fokus utamanya hanya untuk menunjang proses distribusi produsen dan juga mayoritas barang yang didistribusikan adalah barang-barang dari produsen. Tapi, ada juga yang pendiriannya tidak terkait dengan produsen manapun atau independen, tapi mempunyai jumlah pelanggan yang cukup banyak, serta memiliki jam terbang, kompetensi maupun infrastruktur yang cukup baik untuk menunjang aktivitas pendistribusian barang-barang milik produsen yang menjadi pelanggan mereka. Inilah sebab mengapa distribusi sekarang juga ikut diperhitungkan sebagai penentu kemenangan perusahaan dalam bersaing di era kompetisi yang semakin ketat. Jadi, sudah seberapa kuatkah proses distribusi yang Anda miliki?

Angry Bird Rangkul Retailer

Rovio, perusahaan yang membuat game Angry Birds asal Finlandia bakal menggandeng jaringan ritel besar Amerika Serikat untuk memasarkan merchandise mereka seperti buku, mainan dan juga t-shirt ke pasar internasional. Hal ini telah dikonfirmasi oleh CMO perusahaan tersebut. Rencana ini akan diresmikan bersamaan dengan peluncuran Angry Bird Space, seri terbaru permainan ini yang sekarang sudah bisa anda mainkan.

“Kami berkeinginan membuat Angry Birds menjadi bagian permanen dari budaya pop. Jika harus dibandingkan dengan Hello Kitty dari Sanrio dan juga Mario dari Nintendo, kami baru di tahap awal. Kami baru saja memulai ini,” kata Peter Vesterbacka, CMO Rovio pada sebuah wawancara di London, Inggris.

Siapakah retailer Amerika Serikat tersebut??? Sampai sekarang Rovio belum mau membeberkan nama retailer tersebut. Namanya akan diumumkan saat hal tersebut resmi diluncurkan dalam minggu ini. Tapi Peter Vesterbacka mengatakan kalau retailer tersebut akan lebih besar dari partner mereka saat ini, Barnes dan Noble.

Tak hanya merangkul retailer untuk memasarkan merchandisenya, Rovio juga berencana meluncurkan themed activity park yang mereka miliki di Inggris. Hal itu akan menjadikan terobosan pasar bagi game Angry Birds, karena ini akan menjadi ekspansi di luar Finlandia yang pertama.

Taman itu nantinya akan dibangun bersama perusahaan playground Finlandia, Lappset. Di sana rencananya bakal ada ayunan yang terinspirasi dari Game Angry Birds, sandpits, climbing tower, slides, dan permainan luar ruang lainnya.

Game Angry Birds sudah diunduh lebih dari 700 juta kali melalui tablet, smartphone maupun komputer desktop. Game ini juga sudah menjadi game dengan pertumbuhan tercepat di Facebook. “Kami tidak hanya sekadar perusahaan game, kami merupakan sebuah entertainment brand,” tegas Peter. Sepertinya inilah yang menjadikan Rovio semakin lebar mengembangkan sayapnya.

Alasan Memulai Bisnis Sendiri

Meskipun memulai sebuah bisnis mampu menyajikan tantangan maupun resiko yang menakutkan bagi Anda. Tapi dibalik itu semua, mempunyai manfaat yang sangat-sangat penting menjadi pebisnis. Mempunyai bisnis sendiri tentu memberikan pada Anda banyak sekali kebebasan yang mungkin saja tidak akan pernah Anda raih ketika bekerja untuk orang lain.

Potensi penghasilan tidak terbatas

Saat bekerja pada orang lain, potensi penghasilan Anda biasanya terbatas pada beberapa jenis struktur gaji. Tapi, sebagai pebisnis, Anda secara teoritis mempunyai potensi penghasilan yang tidak terbatas. Besar kecilnya penghasilan tergantung dari jumlah pekerjaan maupun kreativitas Anda dalam mempromosikan dan mengembangkan produk, jasa maupun ide. Tidak semua usaha akan berakhir menguntungkan. Tapi, ini sebuah resiko yang harus dihadapi oleh seorang pengusaha. Tapi, jika Anda dapat menjalankan bisnis anda dengan baik, penghasilan Anda tidak akan pernah lagi terbatas pada gaji.

Pekerjaan aman

Ketika masa krisis ekonomi, tingkat pengangguran cenderung meningkat, mempunyai sebuah bisnis sendiri dapat menjadi kenyamanan yang luar biasa. Anda tidak perlu khawatir untuk menghadapi pasang surut ekonomi seperti orang lain. Anda tidak pernah khawatir untuk dipecat ataupun diberhentikan.

Bebas mengatur jadwal

Menjadi seorang pengusaha, Anda bisa menikmati kebebasan yang jauh lebih tinggi daripada jika Anda bekerja pada orang lain. Singkatnya, Anda sendiri yang menentukan jadwalnya.

Kontrol karir

Sebagai seorang pengusaha, tentu Anda terhindar dari tekanan politik yang ada di lingkungan kantor. Sebab Anda berada di puncak perusahaan. Anda tidak perlu mencoba untuk bisa mengungguli rekan-rekan Anda. tanpa ada rasa kekhawatiran, Anda bisa mencurahkan segala perhatian dan juga kemampuan untuk memperkokoh pertumbuhan bisnis Anda maupun meningkatkan produk atau layanan Anda.

Pemasaran Kaizen ala Jepang

Gaya pemasaran ala Jepang sudah mengalami proses perubahan, sejalan dengan konsep kaizen mereka yang selalu melakukan perbaikan. Dulu mereka fokus pada me-too product. Saat ini keunggulan mereka tidak hanya pada teknologi, tapi juga value terhadap konsumen. Tidak mengherankan, produk-produk mereka mempunyai resale value yang bisa dibilang tinggi.

Fokus perusahaan Jepang saat dekade tahun 1955 - 1965 adalah pengembangan produk yang dikendalikan perkembangan teknologi. Perhatian utamanya pada waktu itu terfokus pada ekspansi bagian R&D (riset dan pengembangan) untuk mengejar teknologi Barat yang saat itu memimpin 5-8 tahun lebih maju. Banyak sekali perusahaan Jepang pada waktu itu mengirimkan tim investigasi ke pasar Amerika dan Eropa untuk melakukan duplikasi produk me-too. Mereka melakukan ini untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia, sekaligus mencuri pangsa pasar negara Barat. Jika posisi pemimpin pasar sudah diraih, maka perusahaan Jepang mampu memiliki keunggulan untuk bersaing di pasar beberapa tahun ke depan.

Selama periode itu, bidang pengembangan produk perusahaan Jepang hanya mengekor langkah-langkah yang dilakukan negara-negara Barat. Bahkan yang terjadi, perusahaan Jepang saat itu tidak melakukan studi maupun riset pengembangan produk khusus untuk pasar di Indonesia. Pada awal era ini, teori dan juga teknik marketing sebenarnya mulai diperkenalkan dan disosialisasikan pada perusahaan Jepang. Mereka mulai mempelajari dan juga mengadopsi teknik-teknik dan metode riset pemasaran, promosi penjualan, maupun perencanaan produk. Tapi, divisi pemasaran saat itu masih ditekankan pada aktivitas menjual (selling oriented). Intinya adalah pemasar harus bisa menjual produk yang telah dikembangkan oleh bagian riset di laboratorium dan produksi di pabrik.

Pada perkembangan setelah itu, perusahaan Jepang sudah mulai memperkenalkan dan menerapkan metode baru dalam melakukan riset pasar. Mereka mulai melakukan perencanaan maupun pengembangan produk, selain itu juga aktivitas promosi penjualan dengan benar. Banyak sekali perusahaan Jepang melakukan modernisasi dan juga perbaikan secara internal (continuous process improvement), namun yang terjadi saat itu aspek distribusi belum disentuh secara optimal.

Dekade tahun 1965-1975 adalah era “marketing gimmick”. Era ini terjadi pada masa pertumbuhan ekonomi yang telah tinggi, dimana terjadi demam pembelian (buying fever). Di Indonesia, produksi-produksi Jepang mulai menjejali pasar. Selain itu, terjadi perkembangan yang pesat di modern retail outlets, baik yang bersifat independent ataupun chain stores. Belanja konsumen dipengaruhi dengan kegiatan periklanan dan sales promotion, juga visual merchandising. Produk yang dipromosikan tadi bisa sangat populer dengan aktivitas TV commercial yang gencar.

Dalam persaingan, pada periode tersebut perusahaan Jepang berusaha dengan gigih untuk menjadi cost leader. Mereka fokus untuk menekan biaya tanpa mengurangi spesifikasi yang dibutuhkan oleh konsumen.

Lewat era tersebut, perusahaan Jepang semakin memperbaiki gaya pemasaran yang mereka gunakan. Perusahaan Jepang yang sekarang sudah menerapkan total marketing system. Produk perusahaan Jepang yang berhasil di pasar tidak lagi ditentukan oleh ide para insinyur ataupun dengan melakukan me-too products, atau juga strategi periklanan yang menarik. Tapi, lebih ditentukan oleh penampilan produk, keunggulan nilai produk (functional value & emotional value) yang dimilikinya, serta misi sosial (social mission) yang dijalankan perusahaan-perusahaan jepang.

Produk perusahaan Jepang yang diciptakan saat ini diperoleh dengan terus menggali pengetahuan konsumen lewat consumer insight. Mereka saat ini mempunyai keharusan untuk menciptakan produk yang memang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, produk tersebut harus diciptakan dari teknologi kreatif dan kompetensi perusahaan. Tidak hanya itu, produk yang diciptakan juga harus mempunyai struktur biaya yang kompetitif, melalui tes konsumen pada setiap fase pengembangan produk, tentunya juga memiliki keunikan yang harus dikomunikasikan pada setiap tahap saluran distribusi.

Contohnya adalah Mobil Toyota Kijang. Inovasi berkelanjutan adalah pendorong utama Toyota Kijang menjadi market leader di pasar otomotif Indonesia. Inovasi ini ditunjang dengan desain dan teknologi. Selain itu, dalam aktivitas promosinya, Kijang selalu konsisten memosisikan diri sebagai family car. Keunggulan lain yang dimilikinya adalah faktor distribusi dan service yang prima. Tidak kalah pentingnya yaitu Toyota Kijang mempunyai nilai jual kembali (resale value) yang tinggi. Seperti yang kita ketahui, banyak juga perusahaan otomotif Jepang lainnya yang sukses, seperti Honda, Yamaha, Suzuki, Daihatsu yang mempunyai kemiripan dengan Toyota. Maklum, mereka menjalankan gaya pemasaran yang bisa dibilang mirip.

K-Pop VS J-Pop


Bulan september lalu di Tokyo, Jepang terjadi demonstrasi oleh 6.000 orang. Mereka tidak memprotes soal kebocoran pembangkit listrik tenaga nuklir. Namun, kerasnya suara dan banyaknya orang yang berdemo tak kalah dengan demonstrasi antinuklir.

Mereka berdemo di depan kantor pusat Fuji TV dengan membawa spanduk yang isinya kemarahan mereka atas stasiun televisi ini yang terlalu banyak menampilkan program berbau Korea. Termasuk juga program lagu K-Pop. “No More Korean Waves!!!!”.

Masyarakat di Jepang tampaknya cukup gerah dengan kehadiran drama Korea dan musik dari Negeri Ginseng tersebut, bahkan bisa menembus rekor penjualan musik di Jepang. Acara drama dan K-Pop menempati posisi prime time di stasiun televisi Jepang.

Demonstrasi yang dilakukan merupakan salah satu cerminan perseteruan Jepang dan Korea dalam menaklukkan pasar lewat budaya dan merek. Di berbagai negara di dunia ini, merek Jepang mulai terdepak oleh merek-merek Korea.

Merek Korea punya karakter tersendiri. Merek Korea hadir dengan kualitas yang tidak bagus-bagus amat, tapi juga tidak jelek, ya bisa dibilang lumayan lah, tapi tetap dijual dengan harga murah. Sementara merek Jepang masih mempertahankan keegoannya dengan kualitas nomor satu dan harga yang yang bisa dibilang mahal. Alhasil, merek-merek Korea pun kelamaan lebih pas dengan kondisi ekonomi di berbagai negara Asia.

Namun, kedua negara tersebut sadar bahwa budaya bisa menjadi salah satu modal transportasi yang baik untuk mengantarkan merek-merek global mereka masuk ke suatu negara. Tiga budaya yang paling bisa masuk dan cepat memengaruhi konsumennya adalah makanan, musik, dan film. Karena itu Korea mati-matian memasukkan budayanya ke berbagai negara. Korean Waves bahkan menjadi program pemerintah, di mana budaya Korea harus bisa mengungguli Jepang dan Cina..

Salah satu senjata ampuh Korea adalah Korean Pop alias K-Pop. Penjajahan lewat K-Pop ini tidak hanya terjadi di Jepang, tetapi juga termasuk Indonesia. Demam K-Pop telah melahirkan grup boy band dan girl band seperti Sm*sh (Smash) dan Cherry Belle, dan lebih banyak lagi yang lainnya. Stasiun televisi di Indonesia pun seperti biasanya mulai mencari celah dengan menggelar ajang kompetisi K-Pop.

Karakter kedua negara dalam bersaing secara merek bisa dilihat dari bagaimana J-Pop dan K-Pop saling hajar. Kita semua tahu bahwa orang Jepang dan orang Korea agak kesulitan menggunakan bahasa Inggris sehingga sudah pasti lagu-lagu dari kedua negara itu berbahasa Jepang atau Korea. Tapi Sebaliknya, pendengar musik mereka dari mancanegara juga tidak memahami arti kata-kata yang keluar dari nyanyian-nyanyian mereka. Pendengar hanya bisa menikmati iramanya.

Namun, Korea sekali lagi lebih pintar mengemas K-Pop mereka. J-Pop lebih mengutamakan kualitas vokal dan musik serta mempertahankan identitas Jepang mereka pada lagu-lagunya. Sedangkan K-Pop tampil beda. K-Pop dinyanyikan oleh banyak orang. Bahkan ada yang satu grup bisa mencapai 15 orang. Meskipun banyak, semuanya bernyanyi dengan gerakan dinamis dan atraktif. Kata-kata dalam lagu mereka pun terkadang dicampur dengan ucapan bahasa Inggris, meski hanya sekadar “I love you”. Namun, dengan satu kata ini paling tidak ada sinyal yang nyangkut antara penyanyi K-Pop dengan penonton mancanegara. Jadi, meskipun tidak mengerti bahasanya, penonton bisa menikmati irama dan gerakan para penarinya.

Korea juga mencoba melawan Jepang lewat titik lemahnya, seperti pada pemujaan berlebihan terhadap budaya dan orientasi kualitas. Di sisi lain Korea lebih mau membaurkan budaya Barat di dalamnya. Kualitas, seperti biasanya, diletakkan di tengah-tengah.

Fenomena Jepang dan Korea adalah fenomena yang menarik, sebuah negara yang sadar jika kebanggaan rakyatnya terhadap negara akan semakin meningkat pada saat budaya dan merek negaranya bisa “menjajah” negara lain. Keduanya mempunyai strategi yang berbeda dan mendapatkan pasarnya masing-masing. Sekarang, akankah K-Pop mampu menjadi motor pengerek merek-merek buatan Korea agar lebih disukai dibandingkan merek Jepang???? Kita lihat saja!!!

Susu Kedelai Oraganik

Oriflame: Kecantikan dari Alam

WaniPiro Tour

Unforgetable Ads!

Sungguh benar bila dikatakan bahwa tidak ada kesempatan kedua untuk membuat kesan pertama yang baik. Iklan, terlepas online atau offline, jika mereka tidak menarik perhatian Anda dalam hitungan detik mereka dianggap gagal. Agen dan perusahaan-perusahaan besar tidak percaya pada ’faktor keren’ dalam iklan lagi. Sebaliknya, untuk benar-benar keluar dari keramaian, ide itu harus benar-benar “out of the box”, sesuatu yang membuat Anda tertawa, berbicara tentang hal itu atau setidaknya membuat Anda melihat dua kali atau lebih. Berikut ada beberapa iklan kreatif yang dapat membuat Anda berpikir dua kali untuk membuat iklan:

FedEx Kinkos – Office Products now at fedexkinkos.com




Shoes Company


Games for Puzzle


Kill Bill 2


McDonalds -Bus Stops


Nike


Parking Lot


MiniCooper


Save The Human




Mercedez Benz Bilboard


Football Soccer


Nestle


IKEA


LEGO


Sharp in the Building


NESCAFE


The Naval Museum of Alberta


Nothing can replace a tree.


FedEx


Australia Post - If you really want to touch someone, send them a letter.


Starwars III – Return of the Sith



The Fitness Company


Camera


WWF – Save The World With A Few of Coins

DON'T SELL YOUR PRODUCTS


Jangan jual produk Anda, tetapi jadikan produk Anda menjual dirinya sendiri.Produk yang menjual, adalah produk yang menawarkan experiences, emosi, gaya hidup bahkan religius.Relationship tidak dimulai pada waktu pelanggan beli, tetapi dimulai pada saat pelanggan mengenal (buat pelanggan memiliki pengalaman yang positif terhadap produk Anda). Contoh iklan menjual makanan untuk burung "Friskies" ini sangat kreatif:

STRATEGI MENINGKATKAN PERSONAL BRANDING

Strategi meningkatkan personal branding membutuhkan banyak kreativitas dan inovasi, yaitu dengan cara menciptakan unsur – unsur dari suatu brand, memberikan nama yang unik, membuat strategi posisioning, mengkomunikasikan pesan yang penting dan mengelola secara terus menerus brand tersebut.

Menurut Al-Ries (1982) dan Boush (1991) setiap orang memiliki philosophy branding yang berbeda – beda sehingga memiliki keunikan sendiri – sendiri dan memiliki karakteristik pribadi yang berbeda – beda.

Proses terbentuknya personal branding dimulai dari:
-Menentukan siapa diri kita sebenarnya (termasuk didalamnya adalah kekhususan yang kita miliki)
-Menentukan apa yang kita kerjakan (termasuk produk/jasa yang kita hasilkan)
-Memposisikan diri kita (yaitu dengan menentukan siapa target market kita, dan apa yang menyebabkan kita/produk/jasa yang kita berikan berbeda dengan apa yang dimiliki pesaing)
-Kelola brand yang sudah kita miliki secara terus menerus, jangan sampai mengalami kemerosotan

1. Cara Menentukan Siapa Diri Kita Sebenarnya

Mengingat personal branding merupakan refleksi dari orang/produk/jasa yang melekat pada obyek tersebut, maka cara mengidentifikasi personal brand harus ditanyakan pada diri kita sendiri: Apa yang harus saya lakukan agar saya memiliki perbedaan dengan yang lain. Kegiatan ini dapat kita lakukan dengan melakukan analisis SWOT (Freddy Rangkuti, 2009) yaitu menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

Personal branding lebih banyak merupakan cara menentukan siapa diri kita yang sebenarnya, dengan demikian personal branding muncul dari pencarian identitas, sebagian lainnya muncul dari awareness kekuatan personal branding yang kita miliki. Selain itu juga memerlukan pencarian unsur – unsur dari suatu brand atau asosiasi yang kita miliki menurut benak target market. Tidak heran untuk memperkuat asosiasi ini personal branding membutuhkan pakaian yang berbeda, topi yang berbeda, makanan yang berbeda, tempat tinggal yang berbeda, cara bicara yang berbeda, sampai gaya hidup yang berbeda. Namun demikian hal yang paling penting membuat kita berbeda, adalah niat yang ingin kita pancarkan dalam diri kita harus dapat memberikan manfaat buat alam sekitar kita.

2. Menentukan Apa yang Kita Kerjakan

Caranya adalah dengan mengidentifikasi kekuatan utama dan keunikan yang kita miliki. Hal ini harus dapat merefleksikan jenis pekerjaan yang ingin dilakukan dalam hidup ini. Yaitu dengan cara bertanya pada diri sendiri ”Apakah yang saya kerjakan dapat lebih baik, diukur dan dibedakan dengan apa yang dikerjakan oleh orang lain? Apakah pekerjaan yang saya lakukan tersebut dapat memberikan manfaat untuk orang lain, sehingga saya bangga dapat melakukan pekerjaan tersebut?

Personal branding tidak harus melakukan pekerjaan yang menarik perhatian. Personal branding lebih mementingkan pemahaman terhadap nilai yang kita miliki, apakah nilai tersebut relevan dan bermanfaat dengan orang lain. Artinya sebagian besar pengembangan personal branding dilakukan sesuai dengan nilai – nilai yang dimiliki oleh individu yang bersangkutan.

3. Cara Memposisikan Diri

Caranya adalah dengan mengidentifikasi karakteristik dan kualitas yang dapat membedakan kita dengan pesaing. Apabila kita telah dapat membuat posisioning yang berbeda dengan apa yang dilakukan pesaing, maka kita dapat secara terus menerus menjaga agar tidak dapat ditiru oleh para pesaing, misalnya dengan melakukan inovasi dan kreasi secara berkesinambungan.

Agar posisioning kita bertambah kuat, usahakan target kita sama dengan target bisnis kita, yaitu dengan memadukan antara nilai – nilai yang kita miliki yang menjadikan kita bernilai bagi orang lain. Usahakan nilai – nilai tersebut sejalan dengan tujuan bisnis yang sedang kita kerjakan. Semua ini merupakan proses dua arah. Bukan hanya personal brand yang kuat sehingga dapat memberikan keuntungan buat kita, tetapi keselarasan hubungan dengan tujuan bisnis yang saling mendukung, sehingga menciptakan pengaruh emosional yang memberikan manfaat optimal kepada masyarakat.

Strategi promosi personal branding yang kita lakukan sebaiknya jangan meniru bentuk komunikasi yang dilakukan pesaing. Kita harus menciptakan bentuk komunikasi yang kita lakukan sendiri, semuanya harus dikaitkan dengan personal brand yang telah kita miliki.Tujuan personal brand adalah harus jelas, sulit ditiru oleh pesaing, mudah dipahami, memiliki keunikan, dan selalu memberikan manfaat. Menurut Al – Ries (1982) strategi posisioning yang sama dengan yang dilakukan pesaing disebut bukan strategi. Pendapat ini sesuai dengan berbagai pendapat pakar brand lainnya seperti Aaker (1990); Andrew (1997); Czepiel (1992) dan Igor (1984).

4. Mengelola Brand

Kunci mengelola brand adalah ”word of – mouth marketing” (WOM), membina networking atau jaringan teman, kolega, klien dan customer merupakan alat yang paling penting dalam mengelola personal brand. Apa yang diinginkan customer harus merupakan tujuan tertinggi yang selalu dipertahankan, sehingga brand kita memiliki nilai yang bermanfaat. Cara membuat dan mengukur WOM ini secara detail dapat dilihat di buku “Strategi Promosi yang Kreatif “(Freddy Rangkuti, 2009).

Personal brand harus selalu memberikan kepercayaan dalam benak konsumen. Semakin banyak customer yang mempercayai, maka akan semakin cepat kekuatan WOM menyebar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang sangat besar (McNally, 2004).

Selanjutnya, kita harus selalu berusaha agar gap antara persepsi mengenai brand yang kita miliki sekarang tidak memiliki perbedaan dengan persepsi yang diharapkan oleh customer. Dengan demikian diperlukan evaluasi mengenai kinerja brand, sehingga dapat selalu dijaga dan ditingkatkan.

Merumus Komunikasi Kreatif dengan Neuro Marketing


Meskipun di Tanah Air Nauro Marketing masih sebatas wacana dan di luar negeri masih terhitung anyar, namun beberapa tahun ke depan Neuro Marketing diprediksi bakal happening. Tim BBDO pun sudah memulainya dari sekarang. Seperti apa Neuro Marketing?

Setiap hari, tak kurang dari 4000-an brand telah memborbardir isi kepala seseorang. Ribuan brand yang dikemas dalam iklan tersebut, masuk melalui beragam contact point. Mulai dari layar teve, radio, media cetak, bilboard, instore, komuputer kerja, hingga layar telepon seluler. Pesan Iklan yang dikirimkan tadi, mirisnya, masih harus bercampur dengan beragam isu atau informasi lainnya.

Lantas, seberapa banyak seorang mampu mengingat, bahkan mencerna pesan iklan yang masuk? "Tidak mudah membuat orang me-recall iklan sebuah brand di tengah gempuran iklan yang ada. Itu sebabnya, iklan harus dikemas kreatif," jawab Edhy "Ebe" Bawono, Strategic Planning & Business Development Director BBDO Indonesia.

Dilanjutkan Ebe, demi menciptakan Iklan yang kreatif sehingga berujung pada recall yang tinggi, cara berpikir dalam merumuskan sebuah konsep kreatif harus didasarkan pada dua hal. Yaitu, human psychology dan neuro science. Keduanya merupakan dasar dari konsep yang dinamakan "Neuro Marketing".

Melalui human psychology, para praktisi periklanan dan komunikasi dapat mengubah persepsi serta perilaku konsumen terhadap brand yang dikomunikasikan. Sementara itu, lewat neuro science, mereka dapat memahami sekaligus mengukur kerja otak dalam mencerna Iklan yang telah dibuat melalui berbagai stimulus. Stimulusnya adalah seluruh panca indra manusia. Dan, masing-masing pesan Iklan tentu saja berbeda-beda stimulusnya.

Artiny, ditambahkan Executive Creative Director BBDO Indonesia Didit Intra, jika kombinasi human psychology dan neuro science sudah menjadi dasar berpikir dalam membuat sebuah Iklan, maka kreatif yang dibuat pun akan berdampak pada recall yang tinggi, bahkan sanggup "menghipnotis" audience untuk mengkonsumsi.

Di luar negeri sendiri, Neuro Marketing masih terhitung konsep baru. Neuro Marketing adalah studi yang menggunakaan secara langsung gambaran otak atau kerja otak seseorang dalam merespon secara khusus produk, kemasan, iklan, brand activation, public relation, atau elemen marketing lainnya.

Dengan Neuro Marketing, kita bisa mendapatkan insight yang jujur dari konsumen. Sebab, kadangkala ketika konsumen ditanya pendapat mereka tentang brand, apa yang ada di kepala belum tentu sama dengan yang diucap. Nah, dengan Neuro Marketing, kita bisa memperoleh informasi jujur tentang persepsi konsumen terhadap brand kita," papar Ebe.

Jangan heran, kalau perusahaan riset raksasa sekelas Nielsen Company saja akhirnya sudah memutuskan untuk menginvestasikan teknik NeuroFocus ke dalam layanannya.

Sebagai contoh, teknik NeuroFocus akan menjadi fitur permanen di dalam labs Nielsen Digital, sebuah pusat penelitian MGM Grand (Las Vegas) dan Citywalk (Los Angeles).

Melalui teknik yang mengacu pada kerja otak, Nielsen dapat mengukur reaksi konsumen atas sebuah iklan atau produk.

Ada banyak benefit yang bisa didapat oleh pemasar maupun praktisi komunikasi dengan memijakkan cara berpikir lewat Neuro Marketing. Pertama, aneka informasi yang diperoleh dari benak konsumen seputar brand bukanlah prediksi, melainkan jawaban yang terukur. Hal itu jelas tidak mungkin didapat dari teknik marketing lainnya. Dengan demikian, strategi marketing komunkiasi yang dirumuskan sekaligus dieksekusi sudah pasti akan berdampak signifikan.

Kedua, dengan Neuro Marketing, setiap strategi marketing komunkiasi dapat terukur. Ketiga, bujet marketing komunikasi pun jauh lebih ringkas, alias efisien. Kenapa? "Lantaran, melalui informasi yang didapat dari respon kerja otak seseorang, kita dapat mengetahui misalnya, medium mana yang perlu dipakai, medium mana yang tidak perlu dipakai. Artinya, kita tidak harus gebyah uyah memanfaatkan seluruh medium komunikasi, padahal target market mungkin tidak pernah bersentuhan dengan seluruh medium tersebut," tegas Didit.

Boleh jadi, dengan memahami psikologis dan kerja otak dari target marketing yang dibidik, medium komunikasi yang dimanfaatkan cukup satu saja. Contohnya, Keripik Maicih. Diuraikan Didit, secara tidak langsung pemilik merek Maicih mampu memahami psikologis dan kerja otak dari target market yang dibidiknya.

Pemilik merek hanya memanfaatkan medium Twitter dan istilah verbal yang unik, seperti Jendral untuk reseller-nya, Icihers untuk penggemar keripik Maicih, Emak untuk ibu-ibu pembuat keripiknya, Cucu untuk konsumennya, dan Tericih-icih untuk menggambarkan ketagihan akan pedasnya Maicih.

"Stimulusnya adalah rasa pedas yang disensaikan dalam berbagai tingkatan. Selanjutnya, penjualan dilakukan hanya dengan men-tweet rute yang akan dilalu para Jendral-nya. Bujet minim, dampak sangat signifikan. Sekarang, netizen mana yang tidak kenal dan kegandrungan dengan keripik Maicih," terang Ebe.

Pendek kata, di industri advertising, Neuro Marketing jelas sangat berguna dalam merumuskan kreatif iklan sekaligus media placement yang efektif, yang notabene langsung menyasar secara personal kepada target market. Dengan memahami cara bekerja otak dalam memproses informasi inilah yang akan membuat komunikasi semakin efektif.

Diuraikan Eve, sejatinya bukan hanya industri advertising, komunikasi, riset, maupun pemilik brand (produsen) saja yang dapat memanfaatkan Neuro Marketing. Sifatnya yang universal-yang merupakan studi tentang respon atas kerja otak manusia-Neuro Marketing juga bisa dimanfaatkan oleh seluruh Industri, termasuk industri media. Lewat Neuro Marketing umpamanya, praktisi media dapat membuat program yang efektif sesuai dengan selera audience.

Itu sebabnya, BBDO Indonesia tak mau ketinggalan, meskipun saat ini Neuro Marketing masih sebatas wacana di Tanah Air, Ebe yakin betul, beberapa tahun ke depan Neuro Marketing akan menjadi cara berpikir yang dipakai oleh praktisi komunikasi dan pemasaran.

"Mulai dari sekarang, kami merasa perlu mengubah cara berpikir tim pada konsep Neuro Marketing. Termasuk, menularkannya pada klien maupun partner kami lainnya. Dan, kami sudah memulainya saat akan merumuskan kreatif iklan atau kampanye sebuah brand. Yang terpenting, Neuro Marketing sangat berdampak bagi barand dalam berkomunikasi dengan target marketnya" tutup Eve. - ADV