Bisnis

BISNIS

Internet, Marketing, Retail

Download

Download

Download DVD, Game, Software

Tips n Trick

Tips n Trick

Tips dan Trik seputar dunia internet, marketing, desain grafis dan lainnya

Desain Grafis

Desain Grafis

Tips dan Trik umum

Forum

Forum

Please Join with my forum

Advertise

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

DON'T SELL YOUR PRODUCTS


Jangan jual produk Anda, tetapi jadikan produk Anda menjual dirinya sendiri.Produk yang menjual, adalah produk yang menawarkan experiences, emosi, gaya hidup bahkan religius.Relationship tidak dimulai pada waktu pelanggan beli, tetapi dimulai pada saat pelanggan mengenal (buat pelanggan memiliki pengalaman yang positif terhadap produk Anda). Contoh iklan menjual makanan untuk burung "Friskies" ini sangat kreatif:

STRATEGI MENINGKATKAN PERSONAL BRANDING

Strategi meningkatkan personal branding membutuhkan banyak kreativitas dan inovasi, yaitu dengan cara menciptakan unsur – unsur dari suatu brand, memberikan nama yang unik, membuat strategi posisioning, mengkomunikasikan pesan yang penting dan mengelola secara terus menerus brand tersebut.

Menurut Al-Ries (1982) dan Boush (1991) setiap orang memiliki philosophy branding yang berbeda – beda sehingga memiliki keunikan sendiri – sendiri dan memiliki karakteristik pribadi yang berbeda – beda.

Proses terbentuknya personal branding dimulai dari:
-Menentukan siapa diri kita sebenarnya (termasuk didalamnya adalah kekhususan yang kita miliki)
-Menentukan apa yang kita kerjakan (termasuk produk/jasa yang kita hasilkan)
-Memposisikan diri kita (yaitu dengan menentukan siapa target market kita, dan apa yang menyebabkan kita/produk/jasa yang kita berikan berbeda dengan apa yang dimiliki pesaing)
-Kelola brand yang sudah kita miliki secara terus menerus, jangan sampai mengalami kemerosotan

1. Cara Menentukan Siapa Diri Kita Sebenarnya

Mengingat personal branding merupakan refleksi dari orang/produk/jasa yang melekat pada obyek tersebut, maka cara mengidentifikasi personal brand harus ditanyakan pada diri kita sendiri: Apa yang harus saya lakukan agar saya memiliki perbedaan dengan yang lain. Kegiatan ini dapat kita lakukan dengan melakukan analisis SWOT (Freddy Rangkuti, 2009) yaitu menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.

Personal branding lebih banyak merupakan cara menentukan siapa diri kita yang sebenarnya, dengan demikian personal branding muncul dari pencarian identitas, sebagian lainnya muncul dari awareness kekuatan personal branding yang kita miliki. Selain itu juga memerlukan pencarian unsur – unsur dari suatu brand atau asosiasi yang kita miliki menurut benak target market. Tidak heran untuk memperkuat asosiasi ini personal branding membutuhkan pakaian yang berbeda, topi yang berbeda, makanan yang berbeda, tempat tinggal yang berbeda, cara bicara yang berbeda, sampai gaya hidup yang berbeda. Namun demikian hal yang paling penting membuat kita berbeda, adalah niat yang ingin kita pancarkan dalam diri kita harus dapat memberikan manfaat buat alam sekitar kita.

2. Menentukan Apa yang Kita Kerjakan

Caranya adalah dengan mengidentifikasi kekuatan utama dan keunikan yang kita miliki. Hal ini harus dapat merefleksikan jenis pekerjaan yang ingin dilakukan dalam hidup ini. Yaitu dengan cara bertanya pada diri sendiri ”Apakah yang saya kerjakan dapat lebih baik, diukur dan dibedakan dengan apa yang dikerjakan oleh orang lain? Apakah pekerjaan yang saya lakukan tersebut dapat memberikan manfaat untuk orang lain, sehingga saya bangga dapat melakukan pekerjaan tersebut?

Personal branding tidak harus melakukan pekerjaan yang menarik perhatian. Personal branding lebih mementingkan pemahaman terhadap nilai yang kita miliki, apakah nilai tersebut relevan dan bermanfaat dengan orang lain. Artinya sebagian besar pengembangan personal branding dilakukan sesuai dengan nilai – nilai yang dimiliki oleh individu yang bersangkutan.

3. Cara Memposisikan Diri

Caranya adalah dengan mengidentifikasi karakteristik dan kualitas yang dapat membedakan kita dengan pesaing. Apabila kita telah dapat membuat posisioning yang berbeda dengan apa yang dilakukan pesaing, maka kita dapat secara terus menerus menjaga agar tidak dapat ditiru oleh para pesaing, misalnya dengan melakukan inovasi dan kreasi secara berkesinambungan.

Agar posisioning kita bertambah kuat, usahakan target kita sama dengan target bisnis kita, yaitu dengan memadukan antara nilai – nilai yang kita miliki yang menjadikan kita bernilai bagi orang lain. Usahakan nilai – nilai tersebut sejalan dengan tujuan bisnis yang sedang kita kerjakan. Semua ini merupakan proses dua arah. Bukan hanya personal brand yang kuat sehingga dapat memberikan keuntungan buat kita, tetapi keselarasan hubungan dengan tujuan bisnis yang saling mendukung, sehingga menciptakan pengaruh emosional yang memberikan manfaat optimal kepada masyarakat.

Strategi promosi personal branding yang kita lakukan sebaiknya jangan meniru bentuk komunikasi yang dilakukan pesaing. Kita harus menciptakan bentuk komunikasi yang kita lakukan sendiri, semuanya harus dikaitkan dengan personal brand yang telah kita miliki.Tujuan personal brand adalah harus jelas, sulit ditiru oleh pesaing, mudah dipahami, memiliki keunikan, dan selalu memberikan manfaat. Menurut Al – Ries (1982) strategi posisioning yang sama dengan yang dilakukan pesaing disebut bukan strategi. Pendapat ini sesuai dengan berbagai pendapat pakar brand lainnya seperti Aaker (1990); Andrew (1997); Czepiel (1992) dan Igor (1984).

4. Mengelola Brand

Kunci mengelola brand adalah ”word of – mouth marketing” (WOM), membina networking atau jaringan teman, kolega, klien dan customer merupakan alat yang paling penting dalam mengelola personal brand. Apa yang diinginkan customer harus merupakan tujuan tertinggi yang selalu dipertahankan, sehingga brand kita memiliki nilai yang bermanfaat. Cara membuat dan mengukur WOM ini secara detail dapat dilihat di buku “Strategi Promosi yang Kreatif “(Freddy Rangkuti, 2009).

Personal brand harus selalu memberikan kepercayaan dalam benak konsumen. Semakin banyak customer yang mempercayai, maka akan semakin cepat kekuatan WOM menyebar tanpa harus mengeluarkan biaya promosi yang sangat besar (McNally, 2004).

Selanjutnya, kita harus selalu berusaha agar gap antara persepsi mengenai brand yang kita miliki sekarang tidak memiliki perbedaan dengan persepsi yang diharapkan oleh customer. Dengan demikian diperlukan evaluasi mengenai kinerja brand, sehingga dapat selalu dijaga dan ditingkatkan.

Merumus Komunikasi Kreatif dengan Neuro Marketing


Meskipun di Tanah Air Nauro Marketing masih sebatas wacana dan di luar negeri masih terhitung anyar, namun beberapa tahun ke depan Neuro Marketing diprediksi bakal happening. Tim BBDO pun sudah memulainya dari sekarang. Seperti apa Neuro Marketing?

Setiap hari, tak kurang dari 4000-an brand telah memborbardir isi kepala seseorang. Ribuan brand yang dikemas dalam iklan tersebut, masuk melalui beragam contact point. Mulai dari layar teve, radio, media cetak, bilboard, instore, komuputer kerja, hingga layar telepon seluler. Pesan Iklan yang dikirimkan tadi, mirisnya, masih harus bercampur dengan beragam isu atau informasi lainnya.

Lantas, seberapa banyak seorang mampu mengingat, bahkan mencerna pesan iklan yang masuk? "Tidak mudah membuat orang me-recall iklan sebuah brand di tengah gempuran iklan yang ada. Itu sebabnya, iklan harus dikemas kreatif," jawab Edhy "Ebe" Bawono, Strategic Planning & Business Development Director BBDO Indonesia.

Dilanjutkan Ebe, demi menciptakan Iklan yang kreatif sehingga berujung pada recall yang tinggi, cara berpikir dalam merumuskan sebuah konsep kreatif harus didasarkan pada dua hal. Yaitu, human psychology dan neuro science. Keduanya merupakan dasar dari konsep yang dinamakan "Neuro Marketing".

Melalui human psychology, para praktisi periklanan dan komunikasi dapat mengubah persepsi serta perilaku konsumen terhadap brand yang dikomunikasikan. Sementara itu, lewat neuro science, mereka dapat memahami sekaligus mengukur kerja otak dalam mencerna Iklan yang telah dibuat melalui berbagai stimulus. Stimulusnya adalah seluruh panca indra manusia. Dan, masing-masing pesan Iklan tentu saja berbeda-beda stimulusnya.

Artiny, ditambahkan Executive Creative Director BBDO Indonesia Didit Intra, jika kombinasi human psychology dan neuro science sudah menjadi dasar berpikir dalam membuat sebuah Iklan, maka kreatif yang dibuat pun akan berdampak pada recall yang tinggi, bahkan sanggup "menghipnotis" audience untuk mengkonsumsi.

Di luar negeri sendiri, Neuro Marketing masih terhitung konsep baru. Neuro Marketing adalah studi yang menggunakaan secara langsung gambaran otak atau kerja otak seseorang dalam merespon secara khusus produk, kemasan, iklan, brand activation, public relation, atau elemen marketing lainnya.

Dengan Neuro Marketing, kita bisa mendapatkan insight yang jujur dari konsumen. Sebab, kadangkala ketika konsumen ditanya pendapat mereka tentang brand, apa yang ada di kepala belum tentu sama dengan yang diucap. Nah, dengan Neuro Marketing, kita bisa memperoleh informasi jujur tentang persepsi konsumen terhadap brand kita," papar Ebe.

Jangan heran, kalau perusahaan riset raksasa sekelas Nielsen Company saja akhirnya sudah memutuskan untuk menginvestasikan teknik NeuroFocus ke dalam layanannya.

Sebagai contoh, teknik NeuroFocus akan menjadi fitur permanen di dalam labs Nielsen Digital, sebuah pusat penelitian MGM Grand (Las Vegas) dan Citywalk (Los Angeles).

Melalui teknik yang mengacu pada kerja otak, Nielsen dapat mengukur reaksi konsumen atas sebuah iklan atau produk.

Ada banyak benefit yang bisa didapat oleh pemasar maupun praktisi komunikasi dengan memijakkan cara berpikir lewat Neuro Marketing. Pertama, aneka informasi yang diperoleh dari benak konsumen seputar brand bukanlah prediksi, melainkan jawaban yang terukur. Hal itu jelas tidak mungkin didapat dari teknik marketing lainnya. Dengan demikian, strategi marketing komunkiasi yang dirumuskan sekaligus dieksekusi sudah pasti akan berdampak signifikan.

Kedua, dengan Neuro Marketing, setiap strategi marketing komunkiasi dapat terukur. Ketiga, bujet marketing komunikasi pun jauh lebih ringkas, alias efisien. Kenapa? "Lantaran, melalui informasi yang didapat dari respon kerja otak seseorang, kita dapat mengetahui misalnya, medium mana yang perlu dipakai, medium mana yang tidak perlu dipakai. Artinya, kita tidak harus gebyah uyah memanfaatkan seluruh medium komunikasi, padahal target market mungkin tidak pernah bersentuhan dengan seluruh medium tersebut," tegas Didit.

Boleh jadi, dengan memahami psikologis dan kerja otak dari target marketing yang dibidik, medium komunikasi yang dimanfaatkan cukup satu saja. Contohnya, Keripik Maicih. Diuraikan Didit, secara tidak langsung pemilik merek Maicih mampu memahami psikologis dan kerja otak dari target market yang dibidiknya.

Pemilik merek hanya memanfaatkan medium Twitter dan istilah verbal yang unik, seperti Jendral untuk reseller-nya, Icihers untuk penggemar keripik Maicih, Emak untuk ibu-ibu pembuat keripiknya, Cucu untuk konsumennya, dan Tericih-icih untuk menggambarkan ketagihan akan pedasnya Maicih.

"Stimulusnya adalah rasa pedas yang disensaikan dalam berbagai tingkatan. Selanjutnya, penjualan dilakukan hanya dengan men-tweet rute yang akan dilalu para Jendral-nya. Bujet minim, dampak sangat signifikan. Sekarang, netizen mana yang tidak kenal dan kegandrungan dengan keripik Maicih," terang Ebe.

Pendek kata, di industri advertising, Neuro Marketing jelas sangat berguna dalam merumuskan kreatif iklan sekaligus media placement yang efektif, yang notabene langsung menyasar secara personal kepada target market. Dengan memahami cara bekerja otak dalam memproses informasi inilah yang akan membuat komunikasi semakin efektif.

Diuraikan Eve, sejatinya bukan hanya industri advertising, komunikasi, riset, maupun pemilik brand (produsen) saja yang dapat memanfaatkan Neuro Marketing. Sifatnya yang universal-yang merupakan studi tentang respon atas kerja otak manusia-Neuro Marketing juga bisa dimanfaatkan oleh seluruh Industri, termasuk industri media. Lewat Neuro Marketing umpamanya, praktisi media dapat membuat program yang efektif sesuai dengan selera audience.

Itu sebabnya, BBDO Indonesia tak mau ketinggalan, meskipun saat ini Neuro Marketing masih sebatas wacana di Tanah Air, Ebe yakin betul, beberapa tahun ke depan Neuro Marketing akan menjadi cara berpikir yang dipakai oleh praktisi komunikasi dan pemasaran.

"Mulai dari sekarang, kami merasa perlu mengubah cara berpikir tim pada konsep Neuro Marketing. Termasuk, menularkannya pada klien maupun partner kami lainnya. Dan, kami sudah memulainya saat akan merumuskan kreatif iklan atau kampanye sebuah brand. Yang terpenting, Neuro Marketing sangat berdampak bagi barand dalam berkomunikasi dengan target marketnya" tutup Eve. - ADV

Menjebol Proteksi WEP dengan Backtrack

Pembahasan kali ini adalah bagaimana cara menjebol proteksi WEP dengan menggunakan backtrack dengan cara injection. Jikalau pada artikel sebelumnya kita membahas bagaimana menembus batas proteksi MAC address, pada kali ini kita akan membahas bagaimana mendapatkan akses HotSpot yang menggunakan WEP (Wired Equivalent Privacy) Keys. proses yang cuku mudah cukup dengna berpura-pura sebagai client dan memutuskan hubungan user lain ke sumber hotspot maka dengan demikian si user atau client akan mengirimkan password ke pusat wep atau hotspot dengan demikian data yang dikirimkan automatic akan terkirim ke database injection kita.


Alat yang kita butuhkan adalah :
Sebuah Laptop
Sebuah Wireless Adapter yang mendukung Mode Monitoring dan Injection.
Linux Live CD distro : Backtrack 2.0 Untuk backtrack versi terbaru silakan download di sini

Mengapa kita membutuhkan Laptop ? Tentu saja karena akses HotSpot biasanya diberikan untuk pengguna yang Mobile. Dan dengan laptop kita memiliki fleksibilitas yang tinggi pula.

Lalu apa yang dimaksud dengan Wireless Adapter yang mendukung mode monitoring dan injection ? Perlu anda ketahui, tidak semua Wireless Adapter yang ada dipasaran, maupun yang sudah built in dalam laptop, mendukung mode monitoring dan injection yang diperlukan untuk WEP hacking ini.

Yang perlu anda perhatikan adalah Chip dari Wireless Adapter anda. Chip terbaik dalam melakukan wireless hacking adalah Atheros dan Ralink. Namun Atheros adalah pilihan utama. Tidak banyak wireless adapter yang memiliki chip atheros di Indonesia, anda dapat mencari beberapa merk dibawah ini :
1. 3Com 3CRPAG175B
2. 3Com 3CRXJK10075
3. DLINK DWL-G630 Rev C
4. Linksys WPC55AG
5. TrendNET TEW-441PC
6. TrendNET TEW-443PI
7. TP-LINK TL-WN610G

Jika anda telah memilikinya, maka anda dapat memulai Langkah pertama dalam Wireless Hacking ini yaitu lakukan booting dengan CD Backtrack anda.

Screen Saver Animasi Yang Lucu Keren Dan Gratis


Screen saver dapat menjaga monitor komputer kita tetap baik. Berikut adalah tempat download screen saver yang lucu abiz (baca :keren). Tenang kok mengingat seberapa tebalnya dompet kamu, semuanya badrus pilihkan yang gratis-gratis :D

Website-website dibawah ini menyediakan banyak screen saver animasi gratis yang bisa didownload. Ada juga beberapa yang berbayar namun menyediakan versi gratis. Berikut adalah daftar websitenya.

freesaver.com
screensaver.com
screensavers.com
freewarefiles.com/category/screensavers.php
desktop-xp.com/free.html
www.saversplanet.com
(Akan di update lagi)
Dari semua screen saver, bintang paling menyukai yang berbau 3d dan aquarium. Kelihatan lucu dan natural.Ada juga screen saver yang menampilkan anjing sebagai penjaga komputermu, jadi umpanya kalau bukan si pemilik komputer… dia akan melakukan aksi-aksi lucu dan terkesan provokatif

Selain animasi screen saver untuk memperkeren komputermu, kamu juga dapat menambahkan wallpaper yang keren (beberapa website disana juga menyediakan screen saver gratis juga lho). Atau daftar font keren untuk mempercantik tampilan desktopmu itu.

Ya udah badrus nggak akan berpanjang lebar lagi, silahkan download screen saver animasi yang lucu dan keren abiz diatas. Semuanya gratis dan bisa digunakan sepuas kamu punya. Paling cuman keluar biaya internet buat download doank :D

Era Otak Kanan

Daniel Pink dalam buku A Whole New Mind berpendapat bahwa masa depan akan digenggam oleh mereka yang berotak kanan.

Ada 3 alasannya:

1. Era keberlimpahan
Saat ini segala sesuatunya berlimpah, begitu banyak pilihan tersedia.

Sekarang, orang membawa handphone 3 biji bukan pemandangan yang aneh. Di rumah, punya pesawat TV lebih dari satu adalah biasa. Baju dan sepatu menyesaki lemari. Kita berlangganan begitu banyak majalah. Tersedia aneka merek minuman dan makanan di kulkas kita.

2. Era artistik
Produk yang “unggul” bukan lagi karena fungsinya, tapi karena ada sentuhan seni, artistik, estetika.

Lihatlah di mal-mal. Semuanya ditata dengan indah, menggoda mata. Masuklah ke Informa atau Ace Hardware. Masuklah ke kafe-kafe. Perhatikan interior dan display toko-toko. Semuanya memanjakan mata dan estetika.

Musik, film, disain grafis juga begitu mempesona dengan sentuhan artistik yang tak terbayangkan sebelumnya.

2. Era otomasi
Di Amerika, call center dan tele marketer itu semua sudah dialihdayakan ke India karena cost-nya lebih murah.

Pekerja-pekerja “otak kiri” di Amerika sudah banyak yang menganggur lantaran digeser oleh tenaga kerja dari dunia ketiga yang bersedia dibayar lebih murah.

Di Amerika, kabarnya kurikulum sudah diarahkan untuk yang “otak kanan”, seperti mencipta, mendisain, meng-create value. Hollywood, Nike, Disney dimiliki oleh Amerika, tapi hampir semua produksinya dialihdayakan. Nilai tambah terbesar tetap mereka pegang.

Di era keberlimpahan, produk dan jasa bercita rasa tinggi yang akan dipilih, tidak hanya standar dan fugsional.

Di era otomasi, orang-orang yang punya keunikan atau Linchpin yang akan unggul dan banyak dicari. Mereka yang kemampuannya bisa diotomasi atau dialihdayakan, siap-siaplah jadi penganggur (saya membayangkan nasib pekerja di pintu tol ketika e-toll sudah berfungsi penuh nanti).

Pendapat Daniel Pink ini menguatkan pendapat Seth Godin dengan istilah Linchpin seperti yang saya tulis kemarin.